2. Skala Pengukuran; Pengumpulan dan Pengolahan Data

Ada 4 tingkatan variabel yang disebut 4 skala utama, yaitu: 

1. Skala Nominal 

Skala nominal ialah angka yang berfungsi hanya untuk membedakan, sebagai lambang/simbol. Disebut data kategori/nonmetrik/kualitatif. 

Contoh 2-1 

Jenis kelamin : Perempuan=0, Laki-laki=1 Agama : Islam=1, Kristen=2, Hindu=3 Suku Bangsa : Jawa=1, Sunda=2, Batak=3, Minang=4 

2. Skala Ordinal 

Skala ordinal adalah angka selain berfungsi sebagai nominal juga menunjukkan urutan, dengan jarak tidak sama. Tidak sampai menunjukkan berapa kali. 

Contoh 2-2 










Pendidikan Johny: Bukan Sarjana=1, Sarjana Muda=2, Sarjana=3 Pangkat Paulus: Mayor=1, Let.Kol=2, Kol.=3 Pendapatan Pak Karto: rendah=1, menengah=2, tinggi=3 (Rp10jt) 

3. Skala Interval 

Skala interval ialah angka yang selain berfungsi sebagai nominal dan ordinal juga menunjukkan jarak yang sama tetapi tidak sampai menunjukkan berapa kali, tidak mempunyai titik asal nol.

Contoh 2-3 

Interval mencakup rating (penilaian), misalnya sangat puas=5, puas=4, netral=3, tidak puas=2, dan sangat tidak puas=1. Puas=4 tidak berarti dua kalinya tidak puas=2. Tetapi jarak dari puas dan sangat puas dianggap sama jarak dari netral ke puas (dari 3 ke 4) atau jarak dari sangat tidak puas ke tidak puas (dari 1 ke 2), yaitu sebesar 1(=satu). 

4. Skala Rasio 

Skala rasio ialah angka yang selain berfungsi sebagai nominal, ordinal, dan interval juga menunjukkan berapa kali, sebab mempunyai titik asal nol. Misalnya berat badan Abas 90 kg, Budi 60 kg. Berat badan Abas 1,5 kali berat badan Budi. 

Contoh 2-4 

Penelitian terhadap nasabah Bank Mandiri, mereka ditanya mengenai: 
  • Jumlah tabungannya (jutaan Rp) : Rasio (R) 
  • Jumlah penghasilannya (jutaan Rp) : R 
  • Jumlah anggota keluarganya yang ditanggung : R 
  • Pendidikan : BS, SM, S : Ordinal (O) 
  • Tingkat kepuasan terhadap mutu pelayanan : Interval (I) 
  • Suku bangsa : Jawa=1, Sunda=2, Batak=3 : Nominal (N) 
  • Agama : I=1, K=2, H=3 : N
Nominal dan Ordinal disebut nonmetrik (kualitatif) 
Interval dan Rasio disebut metrik (kuantitatif)

Pengumpulan Data 

Data statistik harus merupakan data yang dapat dipercaya dan tepat waktu. Sebelum mengumpulkan data, perlu diketahui tujuan dari pengumpulan data. Apapun tujuan pengumpulan data, perlu diketahui jenis elemen atau objek yang akan diselidiki. Elemen adalah unit terkecil dari objek penelitian, disebut juga “unit analysis” atau “unit sampling”. Elemen atau unit terkecil dapat berupa orang (pegawai negeri, mahasiswa, pedagang, konsumen, karyawan, nasabah bank, dan sebagainya), organisasi, atau badan usaha (perusahaan, sekolah/universitas, departemen, provinsi, kabupaten, kecamatan, desa, rumah tangga, pasar, dan lain sebagainya), atau barang (kendaraan, mesin, gedung, senjata, dan sebagainya). 

Tujuan pengumpulan data: 
1. Mengetahui jumlah elemen. 
2. Mengetahui karakteristik dari elemen-elemen.

Karakteristik adalah sifat-sifat, ciri-ciri atau hal-hal yang dimiliki oleh elemen, yaitu semua
keterangan mengenai elemen.

Contoh 2-5

  • Elemen: pegawai pemerintah/swasta. Karakteristik: jenis kelamin, pendidikan, agama, umur, masa kerja, golongan dan gaji.
  • Elemen: perusahaan. Karakteristik: jumlah karyawan, jumlah kekayaan, hasil produksi, dan hasil penjualan.
  • Elemen: universitas. Karakteristik: jumlah mahasiswa, jumlah dosen, dan banyaknya fakultas.

Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah kumpulan dari seluruh elemen sejenis tetapi dapat dibedakan satu sama lain
karena karakteristiknya.

Contoh 2-6

Populasi: seluruh karyawan perusahaan.Elemen: Orang, yaitu karyawan perusahaan Meskipun jenisnya sama, namun karakteristiknya secara keseluruhan akan berlainan, misalnya umur, pendidikan, masa kerja, jumlah anak, gaji pokok, dan lain sebagainya. Karena pengumpulan data akan menghasilkan nilai observasi sebagai nilai karakteristik dari masing-masing elemen, maka kumpulan seluruh nilai (data) observasi disebut populasi. Kumpulan seluruh kemungkinan hasil eksperimen juga disebut populasi.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi. Jika n adalah banyaknya elemen sampel dan N adalah banyaknya elemen populasi, maka n<N. Populasi : X1, X2, ... ,Xi, ..., XN Sampel : X1, X2, ... ,Xi, ..., Xn

Metode Pengumpulan Data

1. Sensus

Sensus adalah cara pengumpulan data apabila seluruh elemen populasi diselidiki satu per satu. Data yang diperoleh sebagai hasil pengolahan sensus disebut data yang sebenarnya (true value), atau disebut parameter.

Contoh 2-7
Hasil sensus penduduk tahun 1980 memberikan data sebenarnya mengenai penduduk Indonesia. Jumlahnya menurut umur, menurut jenis kelamin, lapangan kerja, agama, dan pendidikan.

2. Sampling

Sampling adalah cara pengumpulan data apabila diselidiki hanya elemen sampel dari suatu populasi. Data yang diperoleh dari hasil sampling merupakan data perkiraan (estimated value). Jadi, jika dari 1000 perusahaan hanya akan diselidiki 100 saja, maka hasil penyelidikannya merupakan suatu perkiraan. Data yang dihitung berdasarkan sampel disebut statistik.

Cara pengambilan Sampel

1. Cara acak

Cara acak adalah suatu cara pemilihan elemen dari populasi untuk menjadi anggota sampel, dimana pemilihannya dilakukan sedemikian rupa sehingga setiap elemen populasi mendapat kesempatan yang sama (equal chance) untuk dipilih menjadi anggota sampel.

Jenis Sampling Acak

Sampling acak (random or probability sampling) ialah sampling yang pemilihan elemen- elemen populasinya dilakukan secara acak (random). Pemilihan dilakukan dengan lotere, undian, atau tabel bilangan acak.

(i) Simple random sampling
(ii) Stratified random sampling
(iii) Multistage random sampling
(iv) Cluster random sampling
(v) Systematic random sampling

2. Cara bukan acak

Cara bukan acak adalah suatu cara pemilihan elemen-elemen dari populasi untuk menjadi anggota sampel dimana setiap elemen tidak mendapat kesempatan yang sama untuk dipilih.

Alat Pengumpulan Data
1. Daftar pertanyaan
2. Wawancara
3. Observasi atau pengamatan langsung
4. Melalui pos, telepon, atau alat komunikasi lainnya
5. Alat ukuran seperti meteran, timbangan, thermometer, dan lain sebagainya

Metode Pengolahan Data

1. Pengolahan data secara manual

Contoh 2-8

Diasumsikan bahwa para pemilih pada Pemilu tahun 1999 di suatu tempat hanya akan memilih 4 partai besar, yaitu PDI-P (No.11), PAN (No.15), Golkar (No.33), dan PKB (No.35). Jika hasil suara yang masuk sebanyak 50, maka dapat dituliskan sebagai berikut (angka menunjukkan nomor partai):

Turus atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Tally Mark adalah istilah untuk menggambarkan angka berupa simbol tertentu dengan tujuan untuk mempermudah pembacaan angka tersebut, terutama angka yang berjumlah cukup banyak. Simbol yang digunakan umumnya berupa garis-garis vertikal dimana setiap kelipatan lima menggunakan garis horisontal atau diagonal. Oleh karena itulah dalam bahasa Indonesia simbol ini disebut dengan turus yang berarti tiang. Contoh turus ini dapat dilihat sebagai berikut:

IIII  IIII  II = 12

IIII  III = 8

Contoh latihan Tally Mark:


Contoh 2-9

Suatu survey dilakukan terhadap 10 perusahaan di daerah A yang diambil secara acak, untuk
mengetahui jumlah dan rata-rata modal serta persentase perusahaan dengan modal kurang dari
suatu nilai tertentu. Dari hasil penelitian diperoleh data menta 10 perusaahn sebagai berikut
(nilai dalam jutaan rupiah):



Tentukan jumlah dari rata-rata modal serta persentase perusahaan dengan modal kurang dari
100 juta rupiah.

2. Pengolahan data secara elektronik



















Comments