1. Pendahuluan Teori Statistika; Data dan Variabel (A)
Pengertian Statistik dan Statistika
1. Statistik
Statistik merupakan:
- Sekumpulan data bilangan maupun non bilangan yang disusun pada sebuah tabel/diagram.
- Ukuran yang diperoleh dari pengukuran dan menggambarkan data.
2. Statistika
Statistika merupakan ilmu yang mempelajari:
- Cara pengumpulkan data
- Pengolahan/pengelompokkan data
- Penyajian data
- Analisis data
- Pengujian hipotesis
- Cara pengambilan kesimpulan
Jenis Statistika
1. Statistika Deskriptif
Statistika deskriptif adalah tata cara untuk mengatur dan meringkas informasi. Statistika
deskriptif berupa grafik, diagram, dan tabel serta perhitungan beberapa macam pengukuran,
seperti: rata-rata, variasi, persentil, dan lain sebagainya.
Contoh 1-1
Pesta Olahraga Asia Tenggara (Southeast Asian Games disingkat SEA Games) adalah ajang
olahraga yang diadakan setiap 2 tahun dan melibatkan 11 negara Asia Tenggara, yaitu
Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam, Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura,
dan Timor Leste.
Pada tahun 2015, Indonesia berhasil meraih sebanyak 182 medali yang terdiri dari medali emas
sebanyak 47, medali perak sebanyak 61, dan medali perunggu sebanyak 74.
2. Statistika Inferensial
Statistika inferensial adalah tata cara untuk menggambarkan dan menarik kesimpulan
mengenai populasi berdasarkan informasi yang diperoleh dari sampel.
Contoh 1-2
Quick Count atau penghitungan cepat digunakan untuk memprediksi hasil pemungutan suara.
Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) melakukan
perhitungan cepat pemilu presiden tahun 2009. Berdasarkan perhitungan statistika diperoleh
pasangan Megawati-Prabowo 27,40%, SBY-Boediono 60,28%, dan JK-Wiranto 12,7%. Sehingga
pilpres 2009 akan dimenangkan oleh SBY-Boediono dengan perolehan suara sebesar 60,28%.
Pada kenyataannya, hasil pilpres dimenangkan oleh SBY-Boediono sebesar 60,80%.
Catatan:
Statistika deskriptif dan statistika inferensial sangat berkaitan.
Karena sebelum kita melakukan
analisis inferensial, terlebih dahulu kita harus melakukan teknik statistika deskriptif untuk
mengumpulkan dan meringkas informasi dari sampel.
Kegunaan Statistika
1. Menjabarkan dan memahami suatu hubungan
Contoh 1-3
Seorang wiraswasta, dengan mengumpulkan data pendapat dan biaya, dapat membandingkan
hasil pengembalian atas investasi dalam satu periode dengan data dari periode-periode
sebelumnya.
2. Mengambil keputusan yang baik.
Contoh 1-4
Misalkan manajer Perusahaan Kosmetika “Selalu Cakep”, Suryono Dasamuko, mengiklankan
bahwa 90 persen konsumen puas dengan produk perusahaannya. Jika Ibu Aminah Sari,
seorang aktivis politik, merasa bahwa pernyataan ini berlebihan. Dalam kasus ini, ibu Aminah
dapat menguji kebenaran dari pernyataan Suryono.
3. Menangani perubahan
Contoh 1-5
Misalkan seorang manajer personalia telah mencatat bahwa pelamar yang mempunyai nilai
tinggi untuk tes ketangkasan manual cenderung berprestasi baik dalam perakitan suatu
produk, sedangkan mereka yang lebih rendah nilainya cenderung kurang produktif. Dengan
menerapkan teknik statistic yang dikenal sebagai analisis regresi, manajer itu dapat
memperkirakan atau meramalkan bagaimana produktivitas seorang pelamar baru dalam
pekerjaannya berdasarkan hasil tes.
Data dan Variabel
Definisi
Data merupakan sesuatu yang diketahui atau dianggap. Dengan demikian, data dapat
memberikan gambaran tentang suatu keadaan atau persoalan. Data tentang sesuatu pada
umumnya dikaitkan dengan tempat dan waktu.
Contoh 1-6
Harga beras yang bermutu sedang, di pasar Senen, Jakarta, pada tanggal 2 Januari 2014 adalah
Rp8500,- per kg.
Data : Beras yang bermutu sedang
Tempat : pasar Senen Jakarta
Waktu : 2 Januari 2014
Sesuatu yang dianggap juga merupakan data walaupun data seperti itu belum tentu benar,
sebab hasilnya masih merupakan suatu hipotesis yang perlu diuji terlebih dahulu. Anggapan
atau asumsi yang dipergunakan sebagai dasar pembuatan keputusan.
Contoh 1-7
Karena pemerintah menganggap persediaan beras cukup, maka diputuskan untuk tidak
mengimpor beras.
Syarat Data yang Baik dan Pembagian Data
1. Objektif
2. Representatif (mewakili)
3. Kesalahan sampling kecil
4. Tepat waktu
5. Relevan
Data menurut sifatnya:
1. Data kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka. Misalnya produksi daging sapi
meningkat, harga daging ayam mahal, dan sebagainya.
2. Data kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang dinyatakan dalam bentuk angka. Misalnya produksi padi
meningkat 10 persen, harga daging sapi per kilogram rata-rata adalah Rp 15.000, dan
sebagainya.
Data menurut sumbernya:
1. Data Internal
Data internal adalah data yang bersumber dari keadaan atau kegiatan suatu organisasi atau
kelompok. Misalnya, data penjualan dan data produksi suatu perusahaan.
2. Data Eksternal
Data eksternal adalah data yang bersumber dari luar organisasi atau kelompok. Misalnya, suatu
perusahaan mencari data mengenai daya beli konsumen dari kantor Badan Pusat Statistik
setempat.
Data menurut cara memperolehnya:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh suatu organisasi atau
perorangan langsung dari objeknya. Misalnya, suatu perusahaan ingin mengetahui konsumsi
susu rata-rata penduduk di suatu daerah dengan cara melakukan wawancara langsung kepada
penduduk setempat.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dalam bentuk jadi dan telah diolah oleh pihak lain,
yang biasanya dalam bentuk publikasi (BPS, LIPI, KPU, BI).
Data menurut waktu pengumpulannya:
1. Data Cross Section
Data cross section adalah data yang dikumpulkan dalam suatu periode tertentu, biasanya
menggambarkan keadaan atau kegiatan dalam periode tertentu. Misalnya, hasil sensus
penduduk tahun 2010 menggambarkan keadaan Indonesia pada tahun 2010 menurut umur,
jenis kelamin, agama, tingkat pendidikan, dan sebagainya.
2. Data Berkala
Data berkala adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu untuk melihat pembahasan
yang terjadi. Tujuannya adalah untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan dari
waktu ke waktu atau untuk melihat perubahan yang terjadi. Misalnya perkembangan produksi
padi selama lima tahun terakhir.
Variabel
Variabel atau peubah ialah sesuatu yang nilainya dapat berubah atau berbeda. Nilai
karakteristik suatu elemen merupakan nilai variabel, misalknya harga (karakteristik harga
suatu barang akan berubah-ubah menurut waktu atau berbeda-beda menurut tempat),
produksi, hasil penjualan, ekspor, pendapatan, nasional, umur, tinggi badan, berat badan,
tekanan darah, temperature/suhu, modal perusahaan, dan sebagainya. Huruf X,Y,Z biasa
digunakan untuk menunjukkan suatu variabel.
Contoh 1-8
Diketahui 3 perusahaan dengan X=modal perusahaan dalam jutaan rupiah, dimana X1=5, X2=7,
X3=4. Artinya perusahaan pertama mempunyai modal Rp5 juta, kedua Rp7 juta, dan ketiga Rp4
juta.
Comments
Post a Comment